Minggu 22 April 2018 Berikut kebiasaan di rumah dalam upaya menjaga lingkungan dan mencintai bumi. Akan saya tampilkan 14 gambar. 1/14 adalah gambar sampah plastik yang sudah dikemas dan siap ditabung di bank sampah. Sampingnya adalah gambar biopori sebagai resapan air sekaligus untuk membuang sampah organik. Kami serumah berpenghuni 4 orang. Lobang biopori yang ada sebanyak 9 lobang. Berusaha membuang sampah plastik sebulan sekali dengan cara ditabung ya..., tidak asal weerrr... disembarang tempat. Semoga saya bertemu teman lain yang sudah lebih bagus dalam mengelola sampahnya, agar saya bisa belajar dari mereka. tamanbusur.blogspot.com
Gambar 3/4 foto diambil hari minggu 28 Mei 2017 bertepatan dengan ultah suami. Kado istimewanya berupa kompos yang diambil sendiri. Caranya dengan memasukkan boor biopori ke lobang yang sudah penuh kompos, bemudian diputar lagi ke atas. tamanbusur.blogspot.com
Gambar 5/14 foto hari minggu tgl 28 Mei 2017. Saat boor sudah penuh oleh kompos, tarik perlahan keatas. Biopori ini kedalamannya satu meter. tamanbusur.blogspot.com
Gambar 6/14 foto hari minggu tgl 28 Mei 2017. Nah, komposnya bisa digunakan untuk menanam bunga di pot. tamanbusur.blogspot.com
Gambar 7/14 foto hari minggu tgl 28 Mei 2017. Hasil kompos dalam satu lobang biopori kira-kira cukup untuk menanam bunga dalam 3 pot. tamanbusur.blogspot.com
Gambar 9/14 foto diambil pagi ini 22 April 2018. Sudah saya sampaikan cara membuang sampah plastik dengan ditabung dan sampah organik dengan membuang ke lobang biopori. Masih ada satu lagi upaya mencintai bumi dengan ingin menanam pohon. Saat makan buah mangga, bijinya saya semai dan sudah beberapa tumbuh agak besar. Sekarang timbul kendala mau saya tanam dimana? Kebun belum punya, pinginnya sih memiliki WONO DESO. Yang saya punya saat ini baru taman hati yang terbentang luas tak bertepi. Namun apakah mungkin benih2 mangga saya tancapkan didada?tamanbusur.blogspot.com
Gambar 10/14 foto diambil pagi ini minggu 22 April 2018. Gambar dari arah samping. Jumlahnya sekitar sebelas bibit pohon mangga. Kasihan... mereka kurus karena tumbuh di media tanam yang terbatas. Saya berharap ada yang sudi mengasuhnya. GRATIS
Gambar 11/14 foto diambil pagi ini minggu 22 April 2018. Ini DUA bibit yang lebih besar di rak sebelah kiri. Jadi teringat DUA anak kos yang ada di rumah. Terimakasih pada Andi dan Yuda yang telah bersabar mengikuti kebiasaan di rumah ini. Harus hemat sampah. Seminimal mungkin membawa sampah ke rumah. Di rumah tak ada bak sampah kotor. Semua sudah sedemikian rupa terkendali. Tak ada keranjang sampah di depan pagar. Tidak berlangganan membuang sampah. Bukan berniat pelit teta...
Lihat Selengkapnya
Gambar 12/14 foto diambil pagi ini minggu 22 April 2018. Dua bibit yang lebih besar di rak sebelah kanan. Teringat dua buah hatiku Nafis dan Tatma yang tinggal di asrama. Semoga mereka juga bisa hemat sampah ya... Seandainya anak2 yang tinggal di asrama, pesantren atau komunitas lain yang menghimpun banyak orang mampu menghemat sampah, pasti ada harapan terciptanya lingkungan yang lebih bersih. Apa maksudnya menghemat sampah? Salah satunya dengan membiasakan diri mengurangi pemakaian tas plastik yang tak ramah lingkungan. Mulai gunakan tas kain atau gombal yang bisa dipakai berulang-ulang. Beberapa contoh tas gombal yang saya pakai, bisa dibuka di tamanbusur.blogspot.com BBM 2 posting Selasa 27 Desember 2016 pukul 22.30. Ayo anak2 ku, kurangi pemakaian kresek ya...
😊
Gambar 13/14 foto diambil minggu pagi tgl 22 April 2018. Disamping bunga anggrek ada pot berisi segerombol biji mangga yang mulai tunas. Kebesaran Tuhan, biji yang hanya berserak begitu saja, pada saatnya akan tumbuh tanpa dirawat sekalipun. Ini adalah bibit yang belum sempat dipindah di poly bag. Bagi yang mau, angkat sekalian ya... Nanti saya menyemai biji yang lain lagi. Kalau sudah tumbuh, diberikan pada orang lagi... Begitu seterusnya untuk upaya mencintai bumi dengan menanam pohon. Semoga Tuhan memberi kekuatan pada saya untuk istiqomah. tamanbusur.blogspot.com
Gambar 14/14 foto terakhir dalam rangka memperingati HARI BUMI kali ini. Foto diambil minggu pagi tgl 22 April 2018. Ini adalah pohon JAMBU BIJI MINI yang baru thingil-thingil berbuah satu. Kaitannya dengan menjaga kelestarian lingkungan, saya berangan ,
kalau nanti berbuah 15 biji, akan saya bagi sbb. :
1/2 buah untuk eyang kakung dan eyang putri. Mengapa hanya 1/2 buah? Karena ibarat mengubah perilaku, kebiasaan sehari-hari akan lebih sulit pada orang yang sudah lanjut usia.
kalau nanti berbuah 15 biji, akan saya bagi sbb. :
1/2 buah untuk eyang kakung dan eyang putri. Mengapa hanya 1/2 buah? Karena ibarat mengubah perilaku, kebiasaan sehari-hari akan lebih sulit pada orang yang sudah lanjut usia.
1/2 buah untuk bapak dan ibu. Mengapa hanya 1/2 buah? Alasannya idem diatas, tetapi masih ada harapan untuk berubah lebih baik bila ada kemauan.
1 buah untuk mahasiswa. Generasi yang bersemangat menghadirkan perubahan untuk menjaga kelestarian bumi.
1 buah untuk anak SMA. Sosok perubahan yang menyongsong dewasa dalam berangan, berfikir dan bertindak nyata nguri-uri keselarasan bumi.
1 buah untuk anak SMP. Remaja yang baru tumbuh berkembang. Alur mana yang akan mereka lewati, tergantung dari para pembibingnya. Semoga bertemu dengan para pembibing yang cinta kelestarian lingkungan.
1 buah untuk anak SD. Mereka masih mempunyai waktu panjang untuk melakukan perubahan. Latih mereka dengan kebiasaan positif dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan.
5 buah untuk anak Tk. Nah ini, perlu caption yang cukup panjang. Mengapa mereka diberi buah jambu biji paling banyak? Alasannya karena bak warna mereka masih putih. Memorinya belum banyak ternoda. Masih lugu dan penurut untuk dibimbing. Lima orang anak TK masing-masing memegang JAMBU BIJI MINI yang kuning, sudah masak. Setelah dicuci, mereka memegang ditangan kanan sambil duduk bersama di hamparan tikar dari daun mendong, bukan tikar plastik. Hampar tikar dikelilingi pepohonan rindang.Bu guru sudah menyiapkan 25 poly bag kecil yang sudah berisi kompos. Sambil bernyanyi yang bertema manfaat menjaga kelestarian bumi dan lingkungan. Buah jambu boleh dimakan dengan tetap menyisakan sebagian bijinya untuk ditanam di poly bag yang sudah disediakan ibu guru. Masing2 anak merawat 5. Pasti anak TK lebih tekun merawatnya dan jadi pengalaman berkesan.
5 buah sisanya untuk saya lah.Ku buat SETUP JAMBU MINI istimewa. Selamat Hari Bumi.














No comments:
Post a Comment